Siang itu setelah sholat Dzuhur, aku dan Fajar pergi ke Ciapus, Bogor. Kami memang sebelumnya sudah berencana untuk pergi kesana karena kami ingin melihat-lihat nursery2 tanaman hias. Dan katanya harganya murah-murah. Perjalanan dari Dramaga cukup jauh ke daerah tersebut, kurang lebih 1 jam. Tapi kami tetap semangat.

Nursery pertama yang kami kunjungi yaitu miliknya bang Arif. Mmh tanamannya cukup bagus-bagus, tempatnya tidak buruk, dan cukup nyaman. Tapi aku kurang tertarik untuk membeli tanamannya. Kami ngobrol dengan bang Arif cukup lama, hampir 1 jam kami berbicara. Sebenarnya sih aku dah kesel, tapi bang Arifnya trus aja ngomong tanpa koma. Ya, kami dengarkan  saja toh percakapannya cukup menarik karena beliau menceritakan pengalaman2nya sewaktu muda.

Setelah 1 jam dari sana, kami langsung ngacir untuk mencari nursery yang lainnya. Dan kami masuk ke Nursery yang punya nama Saung Galuh. mmh….. suasananya begitu asri dan nyaman, lokasinya di dekat curug nangka. Ketika kami sampai di depan pintu, yang empunya saung membukakan pintu dan mempersilahkan kami untuk masuk. Trus kami berkenalan juga dgn yang empunya nursery. Namanya Pak Made, tentunya kita dah tau kan asalnya darimana. Yup, beliau memang orang Bali.  Dia juga cerita kalau sebelum membuka nursery dia juga kerja di Jakarta. dia lulusan Universitas Udayana. Ah koleksinya cukup banyak dan terawat. Greenhouse cukup besar. Dan yang palin penting harganya murah-murah. Aku dan Fajar sampai kebingungan untuk memilihnya karena kami sangat tertarik dengan jenis2 tanamannya dan harga yang ditawarkannya.

Akhirna kami membeli sepuluh tanaman. Jenisnya Aglaonema, Philodendron, Begonia, dan anthurim bunga …….uh, bawanya cukup ribet. Ketika di perjalanan hujan lebat sekali, kami pun berhenti untuk berteduh walaupun sebenanya sudah kepalang basah baju kami. Tapi kardus tanamannya takut rusak kena air. Dengan semangat 45 kami meneruskan perjalanan, walaupun tubuh kami diguyur lebatnya air hujan. Oh no bensin sudah mau habis…… kami pun panik mencari pom bensin. Akhirnya kami menemukan pom bensin…… “Ups, kardusnya dah rusak jar” kataku.

Setelah beberapa kali berteduh, kami tetap melanjutkan perjalanan. Setelah hampir Dramaga, petir menyambar-nyambar dan bergemuruh. “Ya, Allah Maha Besar Keagunganmu, jangan panggil hamba sebelum hamba menunaikan kewajibanku” kataku dlam hati. Hujan semakin lebat, kami sudah menggigil kedinginan.

Sesampainya di kosan, kami langsung mandi dan menghangatkan badan dengan secangkir teh manis hangat plus ayam goreng. Dan kami pun tertidur pulas……

Iklan

About icanhear

complicated

One response »

  1. izzat_fajr berkata:

    Antum kesana lagi hari Senin-nya yah?
    Bareng Slamet kan?

    Subhanallah…
    Sungguh seorang ikhwan yang tangguh.

    ^_^

    (Phylo dan Begonia ane udah nyampe Tangerang minggu yang lalu, tapi ternyata masih ada satu yang ketinggalan di Etos. Mana nama-namanya ane udah lupa lagi….Jazakallah ya akh!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s