Musim hujan adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh penyayang tanaman. Pada waktu itu banyak tanaman mengeluarkan tunas muda. Hasilnya, tanaman kelihatan lebih hijau.

Namun, pada musim hujan itu gulma pun tak mau kalah. Tumbuhan liar ini juga menjadi tumbuh subur. Pertumbuhan gulma sangat pesat. Lebih cepat dibanding pertumbuhan tanaman kesayangan anda. Bila tidak segera diatasi, tanaman pasti kalah bersaing. Alhasil, gulma pun mendominasi taman di pekarangan.

Teknik paling aman yaitu metode mekanik. Cara ini dilakukan dengan jalan mencabut langsung gulma. Dicabut sampai akar-akarnya. Berbagai jenis gulma berkembang biak dengan rimpang, dan umbi. Contohnya rumput tekian (imperata silindrica). Bila organ itu tertinggal di dalam tanah, ia akan tumbuh menjadi gulma baru. Beberapa jenis gulma berkembang biak dengan batang. Contohnya kerokot (portulaca sp). Sisa potongan batang yang terjatuh membantu gulma ini berkembang biak dan menyebar luas.

Cara lain mengendalikan gulma yaitu pemulsaan. Anda bisa memanfaatkan sisa pemangkasan atau guguran daun sebagai mulsa alias penutup tanah. Selimut tanah ini membuat bibit gulma tidak berkesempatan mendapat sinar matahari. Mulsa yang membusuk, terurai dan menjadi humus kaya nutrisi. Anda menjadi lebih hemat dengan pupuk gratisan dari remukan mulsa tadi. Gulma yang sudah dicabut dan sisa-sisanya harus dijemur sampai benar-benar kering lalu dibakar.

Cara pengendalian gulma dengan bahan kimia atau herbisida tidak disarankan. Selain karena biaya yang lebih mahal, teknik pengendalian gulma ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar menguasai. Pengalpikasian herbisida yang tidak tepat dikhawatirkan malah akan membunasakan tanaman kesayangan anda.

Iklan

About icanhear

complicated

One response »

  1. Fabian Riza berkata:

    Cara mekanis dan pemulsaan sepertinya lbh murah, ternyata ditempatku krn upah kerja tinggi, jadinya biaya jauh lebih tinggi dan waktunya lama. Tidak adakah herbisida kimia yg ramah lingkungan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s