Merasa malu dech kuliah di Fakultas Teknologi Pertanian, tapi para petani di Indonesia masih tetap nyangkul dan berkeringat di sawah. Padahal di Jepang, traktor aja ber AC. petani disana pada makmur. Tapi setelah dipelajari ke lapangan ternyata kedaan ini disebabkan oleh bebera faktor, diantaranya :

  • Petani masih menerapkan kebiasaan nenek moyang. Walaupun ada para penyuluh yang memberikan beberapa metode agar produksi pertanian optimal, akan tetapi petani masih tetap menggunakan cara-cara lama karena mereka berkata ” dari kakek saya memang sudah begini cara menanam padi”
  • Pola pikir yang belum berkembang. Sudah tentu kita mengetahui tingkat pendidikan para petani di Indonesia pada umumnya hanya lulusan SD. Sehingga pola pikir mereka pun agak susah untuk mengikuti perkembangan pertanian dan teknologi.Di sisi lain teknologi terus berkembang tanpa henti, di sisi lain pola pikir petani masih jalan di tempat. Sehingga setinggi apapun teknologi, jika tidak bisa dipahami oleh petani maka teknologi pun tidak akan termanfaatkan.
  • Petani menginginkan yang praktis. Petani biasanya menginginkan yang serba praktis atau cepat, mereka tidak mau ribet. Jadi walaupun ada alat atau mesin pertanian yang dapat membantu mereka, tetapi kalau pengoperasiannya cukup ribet maka petani akan meninggalkannya dan kembali pada cara-cara mereka.
  • Biaya alat/mesin yang mahal bagi petani. Sudah pasti kalau berkata masalah biaya, petani selalu mengeluh. Dan memang alat/mesin pertanian yang ada relatif mahal. Tetapi banyak juga dari berbagai pihak yang mau membantu para petani. Contohnya, Departemen Pertanian dan instansi-instansi lainnya, LSM, PT. Medco, dan Pihak-pihak swasta lainnya. Asal ada kemauan, disitu ada jalan.
  • Belum adanya motivasi yang kuat dari petani untuk berkembang.  Karena belum adanya motivasi yang terbangun maka kecenderungan untuk berjalan di tempat pun cukup besar.

5 Faktor yang dapat saya sampaikan merupakan bagian dari penyebab kenapa kondisi petani di Indonesia masih miskin dan terpuruk. Sekarang apa yang perlu dibenahi? Apakah kita akan selalu menyalahkan pemerintah dan pihak-pihak lainnya? Tidak selalu. Yang perlu dibenahi adalah pola pikir kita untuk berkembang dan bergerak. Dan pemerintah pun juga tidak boleh  lepas tanggung jawab untuk selalu memberikan yang terbaik bagi para petani. Hidup Petani !!!!!

-Peri Permana-

Iklan

About icanhear

complicated

4 responses »

  1. AGUS16 berkata:

    Memang mudah menyebut petani berpendidikan rendah, begitulah kenyataannya. Namun lebih miris didengar jika para penyuluh pertanian yang benar2 digaji dan berpendidikan malah memanfaatkan petani sebagai ajang pendapatan tambahan. PEMBODOHAN. Masyarakat hanya diambil tanda tangannya untuk mencairkan uang dari pemerintah. setelah dana cair…mereka menghilang, raib. sesuai kepanjangannya PPL-penipu petani Lemah. Anda salah jika mengatakan petani gak ingin berubah.! cuma masyakat petani sudah bosan DIBOHONGI. Anda akan tau jika terjun langsung..!

  2. icanhear berkata:

    Tapi memang realitanya seperti itu, Saya tidak menyalahkan klo petani itu berpendidikan rendah. Tapi yang saya lihat di lapangan dan bediskusi dengan ketua Gapoktan permasalahannya motivasi petani utk berubah kurang. Petani mau berubah tapi motivasi utk berubah kurang. Kebanyakan ketua Gapoktan yang kerja sendiri, sedangkan petani lainnya g mau tau.

  3. roma berkata:

    memang ironi bila kita bicara mengenai pertanian indonesia.
    ketiadaan suatu kesatuan sisitem yang rapi, mulai dari petani hingga sektor agribisnis yang terlibat. begitu banyak stakeholder tapi tetap saja kemajuan bidang pertanian tetap tertinggal.

    saya juga merasa miris dan malu melihat kondisi pertanian saat ini. bukan hanya kedudukannya sebagai mahasiswa pertanian di institut pertanian bogor tetapi juga sebagai bangsa yang selalu mengaku dirinya sebagai negara agraris.

    nahhhh…sudah banyak wacana yang kita lakukan..ini-itu,,semuanya hanya konsep semata.
    saatnya bertindak, mulai dari institusi hingga pemerintah mesti bertanggung jawab akan pertanian.

  4. icanhear berkata:

    yah betul….coba dong para alumnus yang mengecam pendidikan di pertanian jangan bekerja di bidang lain. dan tentunya pemerintah harus memfasilitasi juga para lulusan jurusan pertanian. Karena kesempatan bekerja di bidang pertanian semakin sedikit otomatis para alumnusnya pun bekerja di bidang lain. sehingga ilmu yang mereka dapa dimasa duduk di bangku kuliah tidak diamalkan untuk para petani kita……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s