Satu per satu teman-temanku meninggalkan masa lajangnya. Terbesitkah Aku untuk mengikuti jejak mereka? Ya, sempat terbesit di benakku. Tapi apakah perasaan itu hanya timbul sesaat karena hanya melihat sebuah pernikahan dari satu sudut pandang saja? Itu yang menjadi kegalauanku. Ada seorang ulama yang berpendapat bahwa pernikahan harus mempersiapkan Pemikiran,psikologis, fisik, dan financial. Apakah Aku sudah siap dalam 4 hal tersebut? Usiaku baru 23 tahun, yang masih cukup labil dan terpengaruh oleh emosi sesaat untuk ukuran seorang laki-laki. Pernikahan bukanlah kesiapan pada diri kita saja dan bukanlah menghubungkan 2 insan manusia saja. Akan tetapi pernikahan itu juga menyambungkan 2 keluaraga yang memiliki kebudayaan, visi, karakter yang berbeda. Mungkin calon mempelai sudah bisa dibilang cocok, tetapi bagaimana dengan keluarga kita??
Ah…. apa yang ada dalam benaku ini. Untuk mencari sesuap nasi buat diriku saja masih sulit, apalagi ditambah buat seorang istri dan anak. Saya juga teringat bahwa Allah akan membukakan pintu rizki selebar-lebarnya ketika seseorang sudah menikah. Tapi Allah juga tidak akan memberikan rizki kalau  kita tidak berusaha, jadi tetap aja kita harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, bukan dengan modal nekad.

Iklan

About icanhear

complicated

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s