Biarlah masyarakat Jepang menikmati bunga sakura setiap April tiba. Ronny Lukito, di Bandung, Jawa Barat, cukup menikmati Tabebuia rosea di teras rumah diiringi secangkir teh hangat.

Gara-gara musim bunga sakura Prunus serrulata, Jepang disambangi turis mancanegara setiap April. Mafhum saja di awal musim semi itu sakura mekar serempak. Tajuk tanaman hanya menyisakan dompolan-dompolan bunga tanpa daun. Kini, pemandangan serupa dapat dinikmati di Kota Kembang, Bandung, Jawa Barat, 2 kali dalam setahun: April – Mei dan Agustus – September.

 

 

Saat itu tabebuia tengah semarak berbunga. Kecantikan bunga maquilishuat – sebutan T. rosea di El Savador – tampak menonjol di tengah kerimbunan daun yang hijau. Warnanya putih diulas semburat merah muda. Diameter bunga bervariasi antara 3 – 11 cm. Bentuknya cantik dengan 5 kelopak mirip terompet. Mirip sakura yang sedang banjir bunga.

Pantas di Singapura tabebuia dijuluki sakuranya Singapura. Keindahannya dapat disaksikan di Heng Mui Keng Terrace di kawasan National University of Singapore dan beberapa jalan utama di sana. Julukan serupa, sakura Malaysia, juga disematkan di Pulau Penang.

Lima daun

Kecantikan yang eksotis itulah yang membuat New York City Department of Parks and Recreations menanam tabebuia di lokasi pejalan kaki sepanjang 16 km pada 1960. Di sana tanaman anggota famili Bignoniaceae itu berbunga pada umur 1,5 – 2 tahun. Pada 1994, tabebuia yang berumur 25 tahun itu sempat diremajakan kembali. Di tanahair, tabebuia juga mulai berbunga pada umur 1,5 tahun.


Menurut Iwan Irawan, penggiat konservasi alam di Bandung, Jawa Barat, nama tabebuia masih terdengar asing di tanahair. Baru 2 – 3 tahun terakhir pohon asal Amerika Latin itu mulai marak dimanfaatkan sebagai pohon penghijauan. Sebelumnya hanya dimanfaatkan sebagai penghias taman. Tabebuia cocok ditanam di tepi jalan sebagai pohon pelindung karena sistem perakaran tidak merusak struktur jalan. Selain itu tabebuia adaptif dengan lingkungan tropis Indonesia. Perintisnya lembaga penggerak konservasi Geger Tanam Indonesia (GTI) dan Komando Resor Militer (Korem) 062 Tarumanagara, Garut, Jawa Barat.

Sebagai tanaman pelindung, pertumbuhan T. rosea tergolong bongsor. Tanaman berumur 1 tahun tingginya mencapai 3 m dengan diameter batang 3 – 4 cm. Umur 6 tahun tinggi 11 – 12 m dan diameter batang 25 – 30 cm. Di beberapa negara Amerika Selatan, tingginya bisa mencapai 100 m dan diameter 1 m. Pantas, menurut Iwan, di kawasan itu tabebuia dimanfaatkan sebagai tanaman kayu. Di Kostarika, misalnya, ia dijuluki roble de sabana yang berarti kayu oak savana. Itu karena tekstur tabebuia mirip kayu oak.

Adaptif

Kini pohon terompet – karena bentuk bunga mirip terompet – itu mulai menghiasi sudut Kota Bandung, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Sumedang. Tercatat 50.000 pohon tertanam di seputaran Jawa Barat. Kerabat spatodea itu memang memiliki daya adaptasi luas dari dataran rendah hingga dataran tinggi 1.200 m di atas permukaan laut. Jenis yang ditanam, T. rosea yang berbunga putih dan berlarik merah muda.

Tabebuia itu didapat dari hasil persemaian biji dari pohon di kediaman Ronny Lukito yang berumur 6 tahun. Menurut Iwan, tabebuia mampu menghasilkan biji pada umur 1,5 tahun. Nun di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Ricky Hadimulya menanam tabebuia ‘carribian red’. Si bunga merah itu didatangkan dari Thailand.

Di Bandung tabebuia memiliki julukan pohon pancasila. Musababnya, setiap tangkai yang terdiri dari 5 helai daun identik dengan sila-sila pada asas negara Pancasila. Namun, apa pun namanya bagi Ronny Lukito keindahan bungalah pesona utama tabebuia. (Faiz Yajri)
Dari : www.trubus-online.co.id

Iklan

About icanhear

complicated

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s